Nina Melinda
Nina Melinda lahir dan besar di
Yogyakarta. Ia kemudian kuliah di
Universitas Sanata Dharma, jurusan
bahasa Inggris.
Setelah lulus, ia kemudian mencoba peruntungannya dengan menjadi guru
honor bahasa Inggris di beberapa sekolah. Lantas ia kemudian mengikuti
program S2 di
Universitas Gadjah Mada, jurusan
ilmu politik.
Perkenalannya dengan dunia jurnalisme dimulai pada tahun
2003, saat ia masuk sebagai presenter di
TV7 (sekarang
Trans7).
Ia lantas mengkombinasikan kecintaannya pada bahasa dengan hasratnya
untuk menjadi saksi dunia. Di TV7 ia menjadi reporter beberapa event
besar, baik di dalam maupun di luar negeri. Diantaranya
gempa bumi Yogyakarta 2006, Perdamaian Helsinki 2005, dan Tragedi Tsunami 2004 di Aceh. Di luar itu ia menjadi presenter dalam acara "TKP Siang".
Lantas pada Juni 2008, Nina pindah ke MetroTV, menjadi presenter
"Headline News" dan "Metro Malam". Ia juga menjadi asisten produser
dalam acara "Top Nine News", dan juga menjadi pengisi suara dalam acara
"Metro 10".
Tina Talisa
Karier
Ia juga merupakan mantan finalis
Puteri Indonesia 2003, juara I Mojang Jawa Barat
2003, dan juara I Mojang Kota Bandung
2002, ini berkarier sebagai
newcaster, berawal dari ketertarikannya di dunia broadcasting saat bekerja di
Radio Paramuda dan
Radio Mustika. Tina selalu hadir setiap sore dalam
Reportase Sore, program berita di
Trans TV. Pada
Mei 2007, pindah ke
Lativi yang sejak tahun 2008 ini berubah menjadi stasiun TV dengan fokus berita dan olahraga dengan nama
tvOne sebagai asisten produser merangkap news presenter.Ia pernah membawakan acara
Apa Kabar Indonesia Malam yang disiarkan rutin di
Wisma Nusantara, kawasan
Bundaran Hotel Indonesia. Pada tanggal
2 November 2011, ia memilih keluar dari
tvOne tanpa alasan yang jelas.
Pada tanggal 1 Desember 2011, Tina Talisa secara resmi bergabung dengan
Indosiar sebagai Manajer Pencari Bakat dan Pertujukan, penyiar utama, cuaca dan olahraga.
[1]
Pendidikan
Sebelumnya dia pernah berprofesi sebagai dokter gigi dan merupakan Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Padjajaran,
Bandung pada tahun
2001. Tina Talisa sekarang kuliah di Program
Magister Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Padjajaran,
Bandung.
Keluarga
Tina pernah menikah dengan putra mantan Kepla Bapennas Paskah
Suzetta, Muhammad Eggi Hamzah, namun sudah bercerai pada tahun 2009.
Untuk kedua kalinya Tina menikah dengan seorang pengusaha restoran dari
Aceh yang juga duda pada tanggal 17 Juli 2011. Tina Talisa telah resmi
menjadi istri dari Amrinur Okta Jaya yang biasa disapa Bang Adie. Acara
akad nikah digelar di Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Minggu (17/7/2011)
pukul 16.10 WIB dan tercatat di KUA Menteng, Jakarta Pusat dengan
maskawin perhiasan emas seberat 53 gram dan seperangkat alat salat.
Rahma Sarita
Rahma Sarita (lahir di
Surabaya,
Jawa Timur,
7 April 1975; umur 37 tahun) adalah salah satu pembawa acara berita dari stasiun TV lokal
Jak tv. Sebelumnya, Rahma Sarita pernah bekerja sebagai pembaca berita di
tvOne dan
MetroTV. Nama lengkapnya adalah
Rahma Sarita Al Jufri. Dia adalah pembawa acara TV keturunan
Arab-Indonesia. Saudaranya,
Khadijah Al Jufri juga bekerja sebagai pembawa acara di
Trans7.
Karier
Karier Rahma Sarita dimulai di
TVRI Surabaya pada tahun
1998. Saat itu, dia baru saja lulus dari
Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Kemudian dia pindah ke
TVRI Jakarta pada tahun 1999.
Setahun kemudian, dia pindah lagi ke
MetroTV.
Di MetroTV dia adalah pembawa acara acara Metro Realitas. Kemudian
karena menginginkan suasana kerja yang baru, Rahma pindah ke
TvOne pada
Februari 2008.
Biografi
Meskipun lahir di
Surabaya, Rahma kemudian tinggal di
Inggris. Namun dia kembali ke
Indonesia saat dia kuliah. Selain itu Rahma Sarita lancar berbicara dalam
Bahasa Indonesia dan
Bahasa Inggris. Selain dikenal sebagai pembawa acara, dia juga ahli dibidang hardware dan software komputer.
Ketika masih bekerja di MetroTV, Rahma pernah tinggal di Inggris
selama 1 tahun, yakni 2001-2002, mengikuti mantan suaminya seorang
perwira polisi yang saat itu sedang mengikuti pendidikan S2 di Inggris.
Selama mengikuti suaminya di Inggris, Rahma melahirkan anak pertamanya,
Inaz. Saat itu Rahma cuti dari pekerjaannya di MetroTV dan kembali
bekerja sepulangnya dari Inggris pada tahun 2002. Rahma telah bercerai
dari suaminya tersebut setelah dia kembali bekerja di MetroTV.
Valerina Novita Daniel
Valerina Daniel (nama lengkap
Valerina Novita Daniel) (lahir di
Jakarta,
25 November 1978; umur 33 tahun) adalah seorang model dan pembawa acara televisi dari Indonesia.
Perjalanan Karier
Sebelum masuk ke dunia pertelevisian, Valerina Daniel sudah kondang semenjak ia terpilih menjadi None Jakarte
1999 mewakili daerah Jakarta Timur. Ia juga sempat mengikuti pertukaran pelajar
Indonesia-
AS pada tahun
1996-
1997.
Vale, begitu ia biasa disapa, memulai karier sebagai pembaca berita di
TPI (sekarang MNCTV) pada tahun
2000 setelah lulus dari FISIP
Universitas Indonesia.
Selain di acara berita, Vale juga dikenal sebagai asisten produser
acara Liga Inggris, juga di TPI. Pada 2003 ia pindah ke SCTV juga
sebagai pembaca berita. Ia juga sempat membawakan acara sepak bola
Centrocampo Liga Italia di stasiun TV tersebut.
Pada 2004, ia pindah lagi ke
MetroTV dan menjadi salah satu jurnalis Indonesia yang menyaksikan penandatanganan MoU antara pemerintah RI dan GAM di
Helsinki,
Finlandia. Acara yang dibawakannya di MetroTV antara lain adalah “Top Nine News” dan “Metro Realitas” Selasa.
Pada 2005, Vale mengikuti ajang
Putri Indonesia 2005
mewakili daerah DKI Jakarta. Walaupun sudah dianggap uzur dibandingkan
para konstestan yang lain, ternyata Vale mampu lolos hingga babak akhir
sebelum akhirnya harus puas sebagai runner-up 2.
Pada Februari 2006, Vale pindah ke
antv.
Pada pertengahan 2007 Vale 'pensiun sementara' dari dunia televisi
sementara tetap menjadi duta tetap kementerian lingkungan hidup
Indonesia.
Pada tahun 2011, Valerina kembali sebagai pembawa acara berita di
SCTV.
Pada tahun 2012, Valerina keluar dari SCTV dan pindah ke
Washington DC untuk mendampingi suaminya yang ditugaskan disana.
Dewi Gita
Dewi Yuliarti terkenal sebagai
Dewi Gita (lahir di
Bandung,
Jawa Barat,
Indonesia,
28 Juli 1970; umur 41 tahun) adalah seorang
penyanyi Indonesia. Dewi Gita menikah dengan
Armand Maulana, pentolan grup band
Gigi.
Dewi Gita mengawali karier sebagai
penari,
sejak kecil ia belajar menari. Dunia seni tarik suara ditekuninya mulai
usia 18 tahun. Dewi Gita banyak memenangi perlombaan menyanyi, antara
lain juara Festival Pop Singer Jawa Barat, Juara Keroncong Jawa Barat
1988 dan Bintang Radio dan Televisi Jawa Barat 1989, serta meraih juara
II ajang Grand Champion Asia Bagus tahun 1991.
Pada tahun 1990, Dewi Gita merilis single perdananya berjudul
"Jujur". Kesuksesan single ini diikuti oleh keluarnya album-album Gita
selanjutnya, antara lain "Penari", "Kegaiban Biru" (2000). Dewi Gita
juga pernah menjajal dunia peran dengan bermain di
sinetron Lobi-lobi
pada pertengahan 1990-an. Namun setelah menikah dengan Armand Maulana,
Dewi Gita memilih untuk konsentrasi mengurus suami dan anaknya, Naja
Dewi Maulana (lahir Oktober 2001).
Dewi mulai lagi terdengar suaranya pada tahun
2005,
saat mengeluarkan single berjudul "Ternyata". Single tersebut dipetik
dari album The Best of Female Idol yang juga memuat lagu teranyar milik
Pinkan Mambo, "Cinta Tak Kan Usai", sebagai lagu andalan dari album kompilasi keluaran
Sony Music Indonesia.
Bulan Juni 2007, Dewi meluncurukan album terbarunya tidak dalam
format pita atau CD, tetapi melalui teknologi yang lebih mutakhir,
seperti internet, NSP atau RBT. Dalam album ini, lagu andalan yang
ditawarkan oleh Dewi merupakan lagu lawas milik
Rafika Duri, yang berjudul "Tirai" ciptaan Cecep AS, yang kembali didaur ulang.
aviani malik
Lahir 1985